indraindrayana0902002

Just another WordPress.com site

Bantuan Pemprov untuk SUS Gedebage Tersisa Rp 300 Ribu

Yayat, “Sudah Enam Kali Kita Laporkan”
Bantuan Pemprov untuk SUS Gedebage Tersisa Rp 300 Ribu
WASTUKANCANA,(GM)-
Tudingan yang dialamatkan kepada Pemkot Bandung terkait belum disampaikannya laporan perkembangan pembangunan Stadion Utama Sepak Bola (SUS) Gedebage kepada Pemprov Jabar, langsung dibantah keras.

Pemkot Bandung melalui kuasa pengguna anggaran (KPA) pembangunan SUS Gedebage, Yayat Ahmad Sudrajat menuturkan, hingga saat ini pihaknya sudah memberikan enam laporan sejak 2009.

“Sangat tidak beralasan jika ada yang menyatakan kami tidak memberikan laporan. Sampai sekarang, kita sudah enam kali menyampaikan laporan,” tegas Yayat kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Jumat (8/7).

Yayat menjelaskan, laporan pertama kali disampaikan pada 30 Juni 2009. Selain perkembangan pembangunan, di dalam laporan juga disampaikan jumlah bantuan yang diajukan pemkot.

“Surat itu semuanya ditandatangani Wali Kota dan Ketua DPRD dan ditujukan kepada Gubernur dengan tembusan ke DPRD Provinsi, Komisi D, Panggar, Sekda, Bappeda, Biro Administrasi serta Biro Keuangan. Namun selama ini pihak provinsi tidak pernah membalas surat yang kami sampaikan,” paparnya.

Yayat menambahkan, pada surat terakhir selain melaporkan perkembangan, juga meminta agar pemprov segera mencairkan bantuan Rp 25 miliar yang sudah dijanjikan.

“Bantuan dari pemprov yang totalnya sudah mencapai Rp 135 miliar hanya tersisa Rp 300 ribu lagi. Karena itu kami mengajukan lagi permohonan bantuan,” katanya.

Dijelaskan Yayat, kebutuhan anggaran untuk progres pembangunan mencapai 62 persen pada tahun ini, yaitu Rp 206,6 miliar. Dana yang tersedia hanya Rp 98,3 miliar, dengan perincian Rp 73 miliar dari APBD Murni Kota Bandung tahun 2011 dan Rp 25 miliar bantuan provinsi.

“Jadi sekarang sisa dana yang dibutuhkan sebesar Rp 108,3 miliar. Makanya kami ajukan permohonan bantuan lagi, dan katanya provinsi akan bantu di perubahan sebesar Rp 25 miliar. Tapi itu tetap tidak cukup,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yayat juga menuturkan, kebutuhan anggaran sangat mendesak karena untuk membayar kontrak kepada PT Adhi Karya. Pembayaran tidak bisa ditunda karena akan memengaruhi pekerjaan. “Itu untuk membayar kontrak. Sayangnya, selama ini bantuan provinsi memang tidak sesuai dengan harapan. Bantuan ada, pun dengan dukungan, hanya saja provinsi belum optimal,” tegas Yayat.

Kepala Biro Humas, Protokoler, dan Umum Pemprov Jabar Ruddy Gandakusumah menjelaskan, pemprov tidak ingin lagi ada dana menganggur seperti yang terjadi pada tahun anggaran 2010. Saat itu ada dana sebesar Rp 50 miliar yang tidak bisa diserap.

Juli 9, 2011 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: